WELCOME TO MY BLOGG...???? >_<

Kamis, 05 Januari 2012

laporan bioper


I. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

Nilai fekunditas suatu individu ikan selalu bervariasi dan batasan fekunditas individu ikan juga selalu bervariasi. Hal ini menyebabkan fekunditas secara umum adalah jumlah telur yang terdapat dalam ovari ikan yang sudah matang gonad dan akan dikeluarkan pada waktu memijah. Pengetahuan tentang fekunditas dalam bidang budidaya perikanan sangat penting artinya untuk memprediksi berapa banyak jumlah larva/benih yang akan dihaslkan jika individu ikan mijah dan dalam biologi perikanan adalah untuk memprediksi berapa jumlah stok suatu populasi ikan yang hidup di suatu lingkungan perairan (Pulungan, 2006)

Biologi perikanan adalah suatu ilmu pengetehuan yang mempelajari keadaan ikan yaitu sejak individu ikan tersebut menetas (hadir ke alam) kemudian makan, tumbuh, bermain, bereproduksi, dan akhirnya mengalami kematian secara alami atau oleh karena factor lain. Pengetahuan itu akan menguraikan tentang aspek – aspek biologi individu dari spesies ikan. Sehingga pengetahuan biologi perikanan ini merupakan pengetahuan dasar ketika mendalami pengetahuan dinamika populasi ikan, pengembngan spesies ikan untk dikelola menjadi ikan budidaya dan upaya pelestarian spesies ikan yang akan mengalami kepunahan di perairan alaminya. (Pulungan, 2010)
Di alam, pemijahan (spawing) dipengaruhi oleh kondisi lingkungan (eksternal) misalnya : hujan, habitat, oksigen terlarut, daya hantar listrik, cahaya, suhu, kimia, fisika air, waktu (malam hari) dan lain – lain. Kondisi lingkungan ini akan mempengaruhi kontrol endokrin untuk menghasilkan hormon – hormon yang mendukung proses perkembangan gonad dan pemijahan (Fujaya, 2004). Faktor – faktor tersebut berpengaruh terhadap jumlah telur yang akan dihasilkan.
Fekunditas individu akan sulit diterapkan pada ikan-ikan yang melakukan pemijahan beberapa kali dalam setahun dan lebih mudah diterapkan pada ikan-ikan yang melakukan pemijahan tahunan atau setahun sekali. Seprti pada ikan Salmon yang memijah dengan melakukan peruayaan dari laut ke tepi sungai yang sering disebut dengan anadromous.
Pengetahuan tentang aspek fekunditas sangat penting artinya agar mahasiswa perikanan harus dapat menghitung nilai fekunditas dari setiap jenis ikan yang populer di masyarakat sehingga dapat membantu masyarakat di bidang budidaya perikanan untuk memilih jenis ikan dari spesies ikan yang akan mereka budidayakan dan mendapatkan hasil seperti yang diharapkan. Oleh karena itulah praktikum tentang fekunditas dan diameter telur dilaksanakan, hal ini diperlukan untuk memberikan latihan kepada mahasiswa agar tidak kaku lagi saat berada di lapangan.

1.2  Tujuan dan Manfaat
Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah untuk mengetahui nilai fekunditas dan diameter telur ikan Bujuk (Channa lucius) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan mengetahui ada berapa butir telur yang dihasilkan oleh ovari ikan yang telah diteliti atau yang dinamakan fekunditas dengan menggunakan metode tertentu.
Manfaat yang dapat diambil dari praktikum kali ini adalah praktikan dapat mengetahui nilai fekunditas dan diameter telur dari ikan Bujuk (Channa lucius) tersebut serta mengetahui sedikit mengeni jumlah larva dan jumlah populasi yang akan terbentuk dalam suatu perairan tersebut yang mana tempat hidup maupun habitat dari ikan bujuk ini.


 
II. TINJAUAN PUSTAKA

Ikan didefenisikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata) yang berdarah dingin (poikilothermal) yang hidup di air, bergerak dan keseimbangan badannya dikendalikan oleh sirip serta bernafas dengan insang (Tim Ikhtiologi Fakultas Perikanan IPB, 1989).
Saanin (1986) Mengklasifikasikan ikan Motan yaitu termasuk Kelas Pisces, Ordo            Ostariophysi, Sub Ordo Cyprinoidea, Family Cyprinidae, Sub Famiily Cyprininae, Genus Thynnichthys dan termasuk kedalam species Thynnichthys thynnoides.
Ciri – ciri dari ikan motan adalah badan berbentuk compresed dan panjang mulut terminal dan protactile. Tidak bersungut dan mulut sempit, bibir tebal, posisi sirip perut terhadap sirip dada adalah abdominal, jumlah jari – jari sirip punggung dengan rumus D.8 dada P. 13, perut V. 12 anus A. 5. 59 sisik pada gurat sisi, 13 sisik antar sirip punggung dan gurat sisi, 11 antar sirip anus dengan gurat sisi. Batang ekor dikelilingi 22 sisik, ekor bercagak, warna badan putih mengkilat agak gelap dibagian punggung, garis linnea lateralis sempuran, sisik halus (Kottelat, et. al 1993)





Gambar 1. Morfologi Ikan Motan (Thynnichthys thynnoides)
Fekunditas merupakan salah satu fase yang memegang peranan penting untuk melangsungkan populasi dengan dinamikanya. Dari fekunditas kita dapat menaksir jumlah anak ikan yang akan dihasilkan dan akan menentukan jumlah ikan dalam kelas umur yang bersangkutan. Fekunditas adalah semua telur-telur yang kan dikeluarkan pada waktu pemijahan (Effendie, 1978)
            Menurut  William (dalam Jones, 1978) fekunditas sangat tergantung pada suplai makanan, terutama untuk mempertahankan musim pemijahan dan ukuran tubuh ikan betina. Selain itu, ikan-ikan yang hidup di sungai mempunyai hubungan dengan tinggi air. Apabila sampai pada tahun-tahun tertentu permukaan air sungai selalu tinggi, fekunditas ikan tinggi pula, bila dibandingkan dengan tahun lain yang permkaan airnya rendah. Kejadian yang sama dapat terjadi pula untuk ikan-ikan yang hidup di rawa, karena sering pula permukaan air rawa dari tahun ke tahun tidak sama sebagai akibat pemasukan air yang tidak tetap (Effendie, 1978)
            Umumnya fekunditas realtif lebih tinggi dibandingkan dengan fekunditas individu. Fekunditas relatif maksimal dijumpai pula pada golongan ikan yang masih muda (Nikolsky dalam Effendie, 1978). Selanjutnya Effendie (1978) mengemukakan bahwa kapasitas reproduksi dari pemijahan populasi tertentu untuk mengetahui harus menggunakan fekunditas pipulasi relatif. Fekunditas ini dapat berbeda dari tahun ke tahun karena banyak individu yang memijah tiap-tiap tahun.
            Untuk mengetahui penyebaran diameter telur dilakukan pengukuran diameter telur dengan mengambil butiran pada bagian anterior, tengah, dan posterior pada ovarium sebelah kanan dan kiri. Serta perkembangan telur ditandai denganukuran diameter telurnya. (Uktoseja dan Purwasasmita, 1987).
            Untuk menghitung telur ada beberapa metoda yang dapat digunakan. Setiap metoda memiliki kelebihan dan kekurangan, oleh karena itu sebelum memutuskan untuk memilih metoda dalam menghitung nilai fekunditas ikan harus dikenali dengan baik sifat dari setiap spesies ikan yang diteliti agar pada pelaksanaan menghitung nilai fekunditas ikan tidak terjadi kesalahan (Pulungan, 2005).
            Ikan-ikan yang tua dan besar ukurannya mempunyai fekunditas relative yang lebih kecil. Umumnya fekunditas relative lebih tinggi dibandingkan dengan fekunditas individu. Fekunditas relative akan menjadi maksimum pada golongan ikan yang masih muda (Nikolsky,1969)













 
III. BAHAN DAN METODE

3.1 Waktu dan Tempat
            Praktikum mata kuliah Biologi Perikanan dilaksanakan pada hari Selasa, 19 Oktober 2011, pada pukul 08.00selesai. Bertempat di laboratorium Biologi Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau.

3.2 Alat dan Bahan
Bahan yang digunakan sewaktu praktikum ini adalah telur ikan Bujuk (Channa lucius), dan telur tersebut telah diawetkan sebelumnya dengan menggunakan bahan pengawet formalin yang kadar alkoholnya 2-4 %.
Sedangkan alat yang digunakan sewaktu praktikum ini adalah pinset untuk mengambil dan memisahkan beberapa butir telur yang digunakan dalam pengukuran diameter telurnya, 2 gelas ukur untuk menentukan berapa ml air yang dipakai dalam mencairkan telur ikan sehingga dapat dihitung fekunditasnya, cawan petri sebagai tempat meletakkan telur ikan tersebut, alat tulis untuk mencatat data-data yang diperoleh ke dalam buku laporan sementara.

3.3 Metode Praktikum
Metode yang digunakan dalam praktikum yang dilakukan yaitu dengan pengamatan secara langsung terhadap telur ikan Bujuk (Channa lucius) dan mengukur diameter telur serta mencatat data-data yang diperoleh.
3.4 Prosedur Praktikum
            Adapun prosedur praktikum yang dilakukan yaitu setibanya di Laboratorium, praktikan langsung mempersiapkan alat dan bahan, setelah itu melakukan pengamatan terhadap bahan praktikum diantaranya mengambil telur pada bagian anterior, tengah, dan posterior baik pada sisi kanan maupun sisi kiri. Letakkan sebanyak 5 telur yang telah diambil dari tempat tadi pada objek glass untuk dilihat nilai sebaran telur pada ovari ikan tersebut. Kemudian setelah diukur berapa diameter telur masukkan kedalam table dengan syarat nilai yang telah didapat dikalikan dengan perbesarannya yaitu 40x10 (0,025).
Pengamatan selanjutnya  menghitung fekunditas ikan dengan menggunakan metode gabungan yaitu menghancurkan telur yang telah diberikan formalin ke dalam sebuah cawan Petri dengan menggunakan air 10 ml. Setelah hancur, telur ikan dimasukkan ke dalam gelas ukur setinggi 0,5. Kemudian, timbang berat ikan tersebut didalam timbangan sartorius. Telur yang ditimbang tadi dihitung satu persatu untuk mendapatkan nilai x. Jika telah didapat semua nilai, masukkan kedalam rumus dan hitung nilai fekunditasnya. Data yang diperoleh dijadikan laporan sementara dan nanti akan dipindahkan ke dalam laporan individu dalam bentuk paper.










 
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Klasifikasi Ikan Tambakan menurut (Saanin, 1984) yaitu :
Kelas         : Pisces
Subclas      : Teleostei
Ordo          : Labyrinthici
Subordo    : Anabntidei
Famili        : Anabantidae
Genus        : Channa
Spesies      : Channa lucius

Dari praktikum yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil sebagai berikut:
A. Metode penghitungan telur (metode gravimetrik)
W     =    Berat ovari total
w      =    Berat sub-sample ovari
X      =    Jumlah telur dalam ovari yang akan dihitung
x       =    Jumlah rataan telur dari sub-sample ovari
X      =    W . x
               w
         =    3,3 gr . 2121 butir
                0,5 gr
         =    6,6 . 2121 butir
         =    13998,6 butir

            Telur yang telah diambil dari bagian anterior, tengah, posterior kemudian dijajarkan pada objek glass dan dilihat serta ditentukan diameter telurnya dengan menggunakan mikroskop mikrookuler, maka didapat ukuran sebagai berikut :
Tabel 1. Diameter telur ikan Bujuk (channa lucius)
Ket.
Kiri
Kanan
Anterior
25
20
30
25
20
33
27
25
30
25
Tengah
25
20
25
30
30
27
33
30
25
30
Posterior
30
25
28
25
20
25
29
20
20
23

Karena pembesaran yang digunakan adalah 40x10, maka nilai diatas dikalikan dengan 0,025. Sehingga didapat hasil pada tabel berikut :
Tabel 2. Diameter telur ikan yang dikalikan dengan perbesaran 40x10 (0,025)
Ket
Kiri
Kanan
Anterior
0,625
0,5
0,75
0,625
0,5
0,825
0,675
0,625
0,75
0,625
Tengah
0,625
0,5
0,625
0,75
0,75
0,675
0,825
0,75
0,625
0,75
Posterior
0,75
0,625
0,7
0,625
0,5
0,625
0,725
0,5
0,5
0,575
           



Setelah didapatkan nilai diatas, kemudian ditabulasikan ke dalam tabel berikut.
Tabel 3. Ukuran diameter telur dari keenam bagian ovari ikan
Diameter telur (mm)
Frekuensi (butir)
Kiri
Kanan
Anterior
Tengah
Posterior
Anterior
Tengah
Posterior
0,5
II
I
I


II
0,575





I
0,625
II
II
II
II
I
I
0,675



I
I

0,7


I



0,725





I
0,75
I
II
I
I
II

0,825



I
I

Jumlah = 5,375
5
5
5
5
5
5
            Dari data diatas, dilanjutkan dengan menghitung jumlah (∑) diameter telur rata-rata dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
telur rata-rata =  
Keterangan  :
telur rata-rata : diameter telur dibagi jumlah telur (mm)
                        : diameter telur ikan
n                                          : jumlah telur ikan yang diamati
Diket : = 5,375
              n = 30
Ditanya : telur rata-rata?
Jawab :  telur rata-rata  = 
                                                            = 0,1792
Jadi, pada ke 30 diameter yang diambil dari 6 tempat bagian ovari memiliki diameter telur sebesar 0,1792 mm.

4.2 Pembahasan
            Menurut Bagenal (1967) menerangkan bahwa fekunditas adalah jumlah telur yang dikeluarkan oleh ikan dalam rata-rata masa hidupnya. Parameter ini relevan untuk studi populasi, karena kematangan ikan pada waktu pertama kalinya dapat diketahui dan juga statistik kecepatan mortalitas dapat ditentukan dengan pengelolaan perikanan yang baik.
            Nilai fekunditas suatu individu ikan selalu bervariasi, karena dipengaruhi oleh umur atau ukuran individu ikan, jenis dan jumlah dari makanan yang dimakan, sifat ikan, kepadatan populasi, lingkungan hidup dimana ikan itu berada dan factor fisiologi tubuh.
            Untuk menghitung fekunditas (butiran telur) pada ikan dapat dilakukan dengan lima cara yaitu, : 1) Metoda jumlah (menjumlahkan secara langsung), 2) Metoda volumetrik, 3) Metoda gravimetric, 4) Metoda gabungan volumetrik, gravimetric, dan jumlah, 5) Metoda Von Bayer (Effendie, 1992).
            Namun pada praktikum yang dilakukan menggunakan gabungan yaitu menghitung secara langsung dengan menggabungkan metode sebelumnya diantaranya metode jumlah, metode gravimetrik, dan metode volumetrik. Dengan menggunakan metode ini, maka kita melakukan semua metode baik itu dengan teknik pemindahan air, teknik penimbangan berat telur serta menghitung satu persatu-satu telur ikan yang kemudian akan dimasukkan ke dalam rumus yang telah diterngkan sebelumnya.
Ikan ini hidup di lingkungan bentoplagis, potamodromus (Riedie, k., 2004), air tawar pada ph berkisar antara 6,0 – 8,0 dan dh antara 5 – 19, hidup kisaran kedalaman lebih dari 2m. Biasanya ditemui di danau dan sungai (Kottelat, m. dan Widjanarti, 2005).
Kemudian Effendie (1992) mengemukakan bahwa semakin berkembang gonad, telur yang terkandung didalam semakin membesar garis tengahnya, sbagai hasil dari pengendapan kuning telur, hidrasi dan pembentukan butir – butir minyak berjalan secara bertahap terliput dalam perkembangan tingkat kematangan gonad. Semakin meningkat tingkat kematangan diameter telur semakin membesar, sebaran diameter telur pada TKG akan mencerminkan pola pemijahan ikan tersebut.














 
V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
            Nilai fekunditas suatu individu ikan selalu bervariasi, karena dipengaruhi oleh umur atau ukuran individu ikan, jenis dan jumlah dari makanan yang dimakan, sifat ikan, kepadatan populasi, lingkungan hidup dimana ikan itu berada dan faktor fisiologi tubuh. Dengan fekunditas ini, kita dapat menganalisa berapa jumlah larva ikan serta stok dalam suatu populasi apabila ikan ini akan melakukan pemijahan.
            Perhitungan nilai fekunditas pada individu ikan bila menggunakan metoda gabungan seperti pada ikan Bujuk (Channa lucius)  yang dilakukan pada praktikum ini cukup efektif dan nilai fekunditas yang diperoleh cukup akurat karena pada dasarnya nilai fekunditas dari ikan Motan ini bisa dihitung dengan metode ini.
            Jumlah telur di dalam ovari ikan akan mengalami penambahan sesuai dengan pertambahan ukuran tubuh ikan tersebut dan perkembangan telur ditandai dengan ukuran diameter telur yang semakin besar. Jika telur semakin besar dan tingkat kematangan gonad ikan meningkat maka ikan ini siap memijah.

5.2 Saran       
            Selama berlangsungnya praktikum hendaknya para praktikan melaksanakan tugasnya dengan tertib dan serius serta dapat menjaga kebersihan dari ruangan yang dipergunakan sebagai tempat praktikum yang mana nantinya akan dapat menambah semangat dari praktikan itu sendiri untuk melaksanakan tugasnya dan praktikum pun dapat berjalan dengan lancar dan efesien.

 
DAFTAR PUSTAKA

Bagenal, T.B. and E. Braum. 1967. Eggs and Early Life History. In W. E. Ricker (ed) Methode for Assesment of Fish Production In Freshwater, IPB Hanbook No. 3. International Biological Programme, London. P 166-198
Bagenal, TB. 1978. Eggs Early Life History. In W.E.Ricker (ed)Methods for Assement of Fish Production In Freshwater, IPB Handbook No.3 International Biological Programme, London.P 166-198.
Effendie, M. I. 1978. Biologi Perikanan. Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor. 7 Hal
Effendie,M. I.,1992. Metode Biologi Perikanan. Yayasan Agromedia. 112 hal
Fujaya, Yusinta. 2004. Fisiologi ikan dasar pengembangan teknologi perikanan. Pt rineka cipta, jakarta. 179 hal.
Kottelat, M. dan E. Widjanarti. 2005. The fishes of danau sentarum national park and the kapuaslakes area, kalimantan barat, indonesia, raffles bull. Zool. Supplement (13) : 139 – 173.
Jones, R. E. 1978.  The Vertebrata Ovary Comparative Biology and Evolution. Universuty of Colombo. New york and London. 63 P.
Kottelat, M. Whitten. S.N. Kartikasari dan S. Wirjoatmodjo, 1993. Ikan- ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi. Periplus Edition Limited. Jakrta. 243 hal
Nikolsky (1969). Tingkat Kematangan Gonad Pada Ikan Air Tawar
Pulungan, C.P, R.M. Putra, Windarti dan Efizon, D. 2005. Biologi Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Pekanbaru. 92 hal (tidak diterbitkan)
Pulungan dkk. 2006. Penuntun Praktikum Biologi Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNRI.
Pulungan. C.P, 2005. Kumpulan Hand Out Kuliah Mata Pelajaran Biologi Perikanan. Laboraturium Biologi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. 5-6 Hal.
Saanin, H. 1986. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan Jilid 1 dan 2. Bina Cipta. Jakarta
Suandson, B. 1949. Natural Selektion and Eggs Fish Freshwater. Drottingholn. 115 :122 P
Tim Iktiologi, 1989. Iktiologi. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 180 hal.
Uktolseja, J.C.B dan Purwasamita, 1987. Fekunditas dan Diameter telur Ikan Cakalang (Katsuwanus pelamis lineus) di Perairan sekitar Ambon, Jurnal Penelitian Perikanan Laut, 44 – 76.
























 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN













Lampiran 1. Alat-alat yang digunakan dalam praktikum
 




Nampan                                               Serbet

 



Pena                                                    Pensil
 


Penghapus                                           Penggaris

Flowchart: Internal Storage:
 

V
 

Buku Laporan Sementara                                        Buku penuntun praktium



LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PERIKANAN
 

SEKSUALITAS IKAN DAN TINGKAT KEMATANGAN GONAD


OLEH :
YENISUSTRI ANI
1004121882
ILMU KELAUTAN









LABOATORIUM BIOLOGI PERAIRAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2011


KATA PENGANTAR


            Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum  tentang “Seksualitas Ikan dan Tingkat Kematangan Gonad” ini sesuai dengan waktunya.
            Penulis mengucapkan terima kasih kepada Asisten yang telah memberikan bimbingan dalam pelaksanaan praktikum serta semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan praktikum ini.
            Penulis menyadari dalam penyusunan laporan ini tidak terlepas dari kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan laporan ini. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran untuk kesempurnaan laporan ini di masa yang akan datang.

Pekanbaru,  Oktober 2011


YENISUSTRI ANI










ii

 
DAFTAR ISI




Isi                                                                                                              Halaman
KATA PENGANTAR ......................................................................................... i
DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii
DAFTAR TABEL............................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... iv
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... v
I. PENDAHULUAN .............................................................................................
            Latar Belakang ................................................................................................. 1
            Tujuan dan Manfaat ......................................................................................... 2
II. TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................ 3
III. BAHAN DAN METODE ...............................................................................
3.1. Waktu Dan Tempat ................................................................................... 6
3.2. Bahan Dan Alat......................................................................................... 6
3.3. Metode Praktikum .................................................................................... 6
3.4. Prosedur Praktikum .................................................................................. 7
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ......................................................................
4.1. Hasil .......................................................................................................... 8
4.2. Pembahasan .............................................................................................. 9
V. KESIMPULAN DAN SARAN .......................................................................
5.1. Kesimpulan ............................................................................................. 13
5.2. Saran ....................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

iii
 
DAFTAR TABEL


Tabel                                                                                                        Halaman
Tabel 1. Data Pengukuran Morfometrik pada ikan Bujuk (channa lucius)…..   9                 

































 

 

DAFTAR GAMBAR





Gambar                                                                                                    Halaman
Gambar 1.Ikan Bujuk ( Channa lucius ) .................................................               8


















DAFTAR LAMPIRAN



Lampiran                                                                                                 Halaman
Lampiran 1. Alat-alat praktikum…………………………………………    

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar